Ah, Anak Mana Ngerti?

 

TIdak jarang kita mendengar kalimat ini keluar dari mulut orang dewasa, bukan? “Ah, anak mana ngerti?”

Sebagai guru Sekolah Minggu, salah satu kalimat tabu yang harus kita hindari adalah, “Anak mana ngerti?”. Anak-anak menyimpan potensi lebih dari yang Anda pikirkan, jangan anggap remeh mereka.

Pemikiran “Ah anak mana ngerti” ini membuat kebanyakan program Sekolah Minggu dibuat hanya untuk bersenang-senang. Guru Sekolah Minggu seolah putus asa dengan kompleksnya masalah yang mereka hadapi sehingga akhirnya lebih terpaku pada “jumlah kehadiran” anak-anak daripada tujuan penginjilan atau pemuridan anak-anak. Continue reading

Advertisements

Sejarah Sekolah Minggu

gambar diambil dari http://www.christianitytoday.com

Artikel pertama di blog ini adalah Sejarah Sekolah Minggu. Mungkin banyak di antara Anda yang sudah lama melayani Tuhan di Sekolah Minggu tapi tidak mengetahui sejarah Sekolah Minggu…

Bagi Anda, Sekolah Minggu mungkin hanya suatu tradisi, bagian dari masa lalu Anda, dan mungkin tempat Anda melayani saat ini. Sekolah Minggu awalnya didirikan untuk anak-anak miskin dan tidak berpendidikan di Inggris pada sekitar tahun 1780-an. Anak-anak ini sehari-hari bekerja di pabrik sehingga tidak memiliki waktu untuk belajar.

Continue reading