Permasalahan Perilaku pada Balita

Balita yang sulit diatur bisa menjadi permasalahan serius. Memberi penjelasan tidak terlalu berguna dan menghukum malah akan membuat perilakunya semakin buruk. Jadi kita harus bagaimana? Teruslah membaca sampai akhir untuk mendapatkan tips bagaimana menghadapi masalah perilaku pada balita dan bagaimana Anda dapat membantu mereka.

Suka Menginterupsi

Anak kecil cenderung bersemangat dan tidak dapat mengendalikan keinginan mereka untuk mengatakan apa yang ingin mereka katakan. Mereka terus mengganggu Anda sepanjang waktu. Jadi, lain kali Anda sedang bicara dengan anak Anda yang berusia tiga tahun, inilah yang harus Anda lakukan.

  • Biarkan mereka menyelesaikan apa yang ingin mereka katakan. Dengarkan mereka tanpa menginterupsi dan kemudian bicaralah saat mereka sudah selesai bicara.
  • Saat mereka menyela, jelaskan bagaimana mama (atau papa) tidak memotong dan mendengarkan saat mereka berbicara. Katakan kepada mereka bahwa mereka akan mendapat kesempatan untuk berbicara setelah Anda selesai. Katakan, “Tunggu sampai mama selesai, sayang” atau “Mama belum selesai bicara, lho.”

Suka Berteriak-teriak

Balita, terutama mereka yang berusia kurang dari tiga tahun, tidak dapat mengekspresikan dirinya secara verbal. Mereka cenderung menunjukkan kemarahan atau frustrasinya dengan cara yang berbeda, termasuk menjerit. Jadi, apa yang harus kita lakukan saat balita berteriak-teriak?

  • Jangan berteriak atau balas berteriak pada mereka. Jika kita ikut berteriak, mereka hanya akan berpikir bahwa tidak apa-apa berteriak atau menjerit-jerit.
  • Ajarkan mereka untuk berbisik atau berbicara dengan tenang, melalui sebuah permainan. Misalnya, Anda bisa mulai dengan ‘ayo lihat siapa yang bisa menjerit paling keras’, lalu coba ‘sekarang siapa yang bisa bicara dengan tenang atau berbisik’.
  • Coba pahami perasaan mereka dan bicaralah pada mereka. Meskipun sulit bicara dengan anak berusia satu tahun, namun kata-kata bisa menenangkan anak itu, dan mereka mungkin berhenti menjerit.

Berlari-lari

Apakah anak Anda melarikan diri dan bersembunyi saat dia marah? Atau hanya sekedar berlari menjauh di mana pun mereka berada? Berlari bisa jadi berbahaya, terutama jika dia melakukannya di jalan, supermarket atau tempat umum lainnya. Tapi Anda bisa membuatnya tetap aman dengan:

  • Tetap awasi gerakan anak-anak. Selalu pegang tangannya saat di jalan atau tempat ramai lainnya.
  • Tunjukkan di mana dia bisa berlari dan dimana dia tidak bisa. Jelaskan dengan menunjukkan orang-orang di sekitar Anda dan apa yang mereka lakukan. Misalnya, dengan menunjuk   anak-anak berlari di taman untuk mengatakan bahwa tidak apa-apa untuk berlari ke sana. Begitu juga, menunjukkan bagaimana orang tidak berlari di jalanan.
  • Jelaskan apa yang Anda harapkan. Katakan “ingat, kau harus selalu memegang tangan Mama (atau Papa) saat kita di luar rumah”

Menarik rambut anak lain

Balita mungkin cenderung menjerit, menendang dan menarik rambut orang lain untuk merasa lebih baik atau memperbaiki keadaan. Satu-satunya cara untuk membuat mereka menghentikan perilaku seperti itu adalah membuat mereka mengerti bahwa hal-hal tersebut tidak akan membuat mereka merasa lebih baik dan tidak akan memperbaiki keadaan apapun.

  • Cegah anak Anda saat dia menarik rambutnya atau orang lain untuk menunjukkan bahwa dia seharusnya tidak melakukannya.
  • Bicarakan dan coba jelaskan bahwa menarik rambut orang lain adalah sesuatu yang buruk.
  • Jangan menarik kembali rambut anak Anda untuk menunjukkan bagaimana rasanya. Mereka mungkin melihatnya sebagai permainan dan melakukannya lagi.

Melempar barang-barang

Anak-anak berusia antara 18 bulan dan tiga tahun adalah mereka yang biasanya membuang atau melempar barang untuk menunjukkan rasa frustrasinya. Mereka cenderung membuang makanan, mainan, atau apapun yang bisa mereka dapatkan hanya karena ingin tahu atau frustrasi.

  • Untuk menghindari kerusakan barang berharga, tunjukkan apa yang bisa dilemparkan anak Anda. Seperti bola, mainan goyang atau yang berbulu yang tidak rusak.
  • Cegah mereka dari melempar barang saat mereka marah atau agresif. Cobalah untuk mengabaikan saat mereka melempar barang karena marah. Jika mereka bertahan atau terus melempar hal-hal yang bisa menyakiti anak-anak lain, hentikan segera dan katakan “Tidak! Itu buruk “atau” Tidak, itu menyakitkan!”. Katakan itu dengan suara tenang.
  • Temukan cara untuk mencegah mereka melempar barang. Misalnya, di mobil, Anda bisa mengikat mainan itu ke tempat duduknya. Dengan cara itu dia tidak akan bisa membuangnya.

Lalu bagaimana mengatasinya?

“Mengapa anak-anak bisa menjadi begitu menyebalkan?”

Anda bukanlah satu-satunya orang yang pernah menanyakan hal tersebut. Anak nakal bisa membuat orang tua (atau pembina, atau orang dewasa lainnya) stres. Kami telah mengumpulkan beberapa tip dan trik yang dapat membantu Anda menangani perilaku buruk atau mengganggu pada anak-anak.

  • Jangan bereaksi berlebihan. Bila Anda bereaksi atau merespons perilaku buruk anak Anda, Anda  justru mendorongnya untuk terus melakukan perilaku buruknya.
  • Tetap positif. Bila Anda menganggap anak Anda sebagai masalah, Anda tidak dapat menemukan cara yang efektif untuk mengatasi tingkah lakunya. Fokuslah pada meluruskan perilaku mereka.
  • Konsisten dalam reaksi atau respons terhadap perilaku anak Anda. Yang lebih penting, konsisten dalam konsekuensinya saat di rumah. Beri tanggapan yang sama terhadap perilaku mereka, dan akhirnya, mereka akan memahaminya.
  • Terkadang, boleh saja mengubah peraturan, mengubah kebiasaan lama yang mungkin sudah lepas kendali. Misalnya, mengurangi waktu TV, waktu bermain video atau aktivitas lainnya disarankan demi kebaikan anak.
  • Jadilah panutan. Ubah dulu perilaku buruk Anda sebelum mengubah perilaku anak-anak Anda. Anak-anak dari segala usia belajar dengan mengamati dan meniru Anda karena mereka berasumsi bahwa orang tua mereka tahu yang terbaik.
  • Disiplin perlu dilakukan, namun harus secara efektif. Anda perlu memikirkan dengan baik sebelum menentukan akibat dari perilaku buruk anak-anak Anda.
  • Bersantai. Jangan terlalu khawatir tentang teriakan, argumentasi, dan pembangkangan yang biasa.
  • Gunakan grafik perilaku atau grafik hadiah untuk membuat anak Anda senang membiasakan diri dengan perilaku baik. Anda dapat membuat satu grafik untuk perilaku tertentu atau beberapa perilaku. Anda juga bisa memiliki bagan tata krama yang bagus yang memiliki rincian seperti “Katakan terimakasih atau tolong”, “membantu ibu mengerjakan tugas”, “menunggu giliran saya untuk berbicara” dll.
Advertisements

Perilaku anak yang abnormal

Anak-anak adalah “mahluk yang imut”. Bahkan ketika mereka marah, orang dewasa akan tetap menyebutnya imut. Beberapa kemarahan, kenakalan, tantrum, berdebat dengan orang dewasa, membangkang bukanlah perilaku abnormal dari seorang anak, namun ketika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan dan terjadi berulang, orang tua perlu waspada… Mungkin anak Anda membutuhkan penanganan khusus.

Guru dan guru sekolah minggu sangat dibutuhkan masukannya ketika menjumpai anak-anak di kelas yang konsisten dalam perilaku abnormal. Semuanya dengan tujuan agar kita bisa membesarkan generasi masa depan yang takut akan Tuhan.

Beberapa gejala perilaku abnormal yang mungkin dialami anak-anak adalah:

  • Anak-anak yang mengalami kesulitan mengelola emosinya. Dia sering mengalami ledakan emosi dari hal-hal kecil mengganggunya.
  • Menunjukkan perilaku impulsif, yaitu mereka mungkin menampilkan perilaku destruktif seperti memukul, melempar benda, menjerit, dll.
  • Anak-anak yang banyak bicara tiba-tiba seperti menarik diri ke dalam cangkang, lalu berbicara kembali dan bersikap kasar tanpa alasan.
  • Anak-anak yang sering berbohong. Terbiasa untuk mencuri atau mengambil barang yang bukan milik mereka.
  • Bolos atau sengaja terlambat datang ke sekolah karena memiliki masalah di kelas.
  • Tidak normal bagi seorang anak (biasanya perempuan) jika pertengkaran atau konflik yang dialami dengan temannya menjadi alasan untuk menarik diri dan mempengaruhi kehidupan sosialnya.
  • Tidak dapat fokus pada satu hal, menjadi gelisah, sangat malas atau bingung.
  • Memiliki perilaku seksual yang tidak sesuai usia.
  • Anak Anda mengabaikan instruksi Anda dan tidak peduli pada disiplin yang Anda terapkan. Dia mungkin menentang peraturan hanya untuk menantang Anda.
  • Memiliki perilaku menyakiti diri mereka sendiri atau bahkan berpikir untuk menyakiti diri sendiri. Jadi, jika mereka melukai diri sendiri secara fisik dan memiliki kecenderungan bunuh diri, Anda harus khawatir.

Perilaku abnormal minor dapat dikoreksi melalui terapi perilaku dan perubahan gaya asuh. Namun ada kelainan perilaku  pada anak yang perlu ditangani dengan usaha yang lebih besar. Di bawah ini adalah beberapa perilaku anak dan bagaimana menanganinya:

Anak yang tidak hormat dan suka membantah

Ketika anak Anda yang berusia tiga tahun membantah Anda, hal itu mungkin tampak lucu dan menggemaskan. Tapi ketika anak perempuan berusia tujuh tahun berteriak ‘tidak’ setiap kali Anda menyuruhnya melakukan sesuatu, itu bisa mengganggu Anda. Jika tidak ditangani dengan baik, perilaku suka membantah bisa menimbulkan argumentasi berkepanjangan antara orang tua dan anak.

Apa yang bisa Anda lakukan?

  • Jika anak Anda membantah tapi melakukan apa yang Anda perintahkan, hargai bahwa mereka melakukan apa yang Anda minta, walau mereka tidak menginginkannya. Namun kemudian Anda perlu bicara padanya. Katakan bahwa marah itu tidak apa-apa, tapi tidak boleh berbicara dengan tidak hormat pada orang tua atau otoritas.
  • Jika anak Anda membantah dan isi dari bantahan tersebut bersifat ancaman untuk menyakiti orang lain atau diri sendiri, maka Anda perlu memperhatikan apa yang mereka katakan dan menanganinya dengan hati-hati. Jangan menanggapinya secara impulsif.
  • Tunggu mereka tenang, lalu ulangi apa yang mereka tadi katakan. Katakan pada mereka perilaku mana saya yang dapat diterima dan mana yang tidak. Tetapkan batasan dan buat mereka sadar akan konsekunsinya.
  • Jangan melakukannya dengan ancaman, cukup beritahu bahwa jika mereka terus membantah, mereka tidak akan emndapat es krim, atau tidak dapat menonton TV.

Akhirnya, Anda perlu melakukan introspeksi, apakah Anda juga suka mengancam dan berkata-kata kasar atau tidak sopan saat berada di dekat anak Anda.

Bahasa Kasar

Anak-anak seringkali berteriak ketika mereka marah. Namun Anda benar-benar harus menaruh perhatian ketika anak Anda memaki. Mereka mungkin memaki agar Anda melakukan apa yang mereka inginkan atau agar mereka memenangkan sebuah pertengkaran. Jika anak Anda mulai memaki atau mengeluarkan bahasa kasar, ini yang harus Anda lakukan:

  • Pastikan Anda tidak menggunakan bahasa seperti itu di depan anak-anak. Jika memang Anda pernah melakukannya, akui bahwa Anda pun melakukan kesalahan dan Anda akan bersama-sama belajar untuk tidak mengucapkan makian atau kata kasar lagi.
  • Tidak ada toleransi terhadap pelecehan verbal dalam sebuah keluarga. Tidak ada alasan untuk menyumpahi atau mengutuki orang lain. Jadi jika mereka melakukannya, ada konsekuensinya.
  • Jelaskan konsekuensinya dan pastikan mereka menanggungnya di bawah pengawasan ketika melanggar batasan. Misal, ketika anak Anda berkata kasar, dia harus diam di kamar selama dua jam misalkan, pastikan yang bersangkutan tidak dapat melarikan diri dari konsekuensi itu.
  • Jika balita Anda yang melakukannya, segera koreksi dan katakan bahwa itu adalah “kata yang buruk” dan tidak sepantasnya diucapkan kepada orang lain. Katakan pada mereka jika orang lain tidak menyukai kata itu dan tidak menyukai anak-anak yang mengucapkan kata seperti itu.

Jika Anda pernah memaki anak Anda dengan bahasa kasar atau menyumpahi mereka, segeralah minta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Perilaku agresif dan suka kekerasan

Anak-anak boleh marah, tapi jika kemarahan itu menjadi kekerasan atau berubah menjadi perilaku agresif, itu menjadi masalah. Gangguan mood, psikosis, kelainan, trauma, impulsif atau frustrasi dapat menyebabkan agresi pada anak kecil. Kadang, anak Anda mungkin menggunakan kekerasan untuk membela diri.

Agresi / kekerasan juga bisa menjadi perilaku yang dipelajari oleh anak. Bagaimana lingkungan di rumah? Atau apakah anak itu belajar melakukan kekerasan di sekolah? Jika anak Anda cenderung bereaksi terhadap respons negatif dengan memukul, menggigit atau menendang, inilah yang harus Anda lakukan:

  • Cara termudah untuk merespons agresi pada anak adalah dengan berteriak pada mereka. Tapi jika Anda melakukannya, Anda akhirnya mengajari mereka hal yang salah. Anak-anak mencontoh perilaku Anda, bagaimana Anda mengendalikan dorongan dan emosi. Jadi, daripada meninggikan suara Anda, turunkan nada dan katakan pada mereka untuk tenang.
  • Akui perasaan mereka, kemudian berempatilah, tapi jelaskan bahwa memukul atau menendang atau menggigit tidak diperbolehkan. Anda bisa mengatakan sesuatu seperti “Saya tahu kamu sedang marah. Tapi kita tidak menggigit, memukul atau menendang saat kita marah. Kita tidak boleh memukul saat kita marah!”
  • Katakan pada mereka apa konsekuensinya jika mereka bersikap kasar. Jika Anda berurusan dengan anak yang lebih muda, beritahu mereka apa yang bisa mereka lakukan sebagai gantinya. Beri mereka alternatif, misalnya, ajarkan mereka untuk menggunakan kata-kata dan ungkapan seperti “Saya marah,” atau “Saya tidak menyukainya,” atau “Saya tidak senang dengan itu” saat mereka marah, alih-alih beralih ke kekerasan fisik.

Yang terpenting, jadilah panutan yang baik dan hindari memberikan hukuman fisik. Juga, berikan penghargaan ketika mereka berhasil tidak melakukan kekerasan saat sedang marah.

Berbohong

Adalah hal yang biasa ketika anak-anak berbohong. Hal yang biasa juga ketika orang tua menjadi khawatir saat mendapati anak mereka berbohong. Anda mungkin merasa dikhianati, terluka dan bahkan bertanya-tanya apakah Anda bisa mempercayai anak itu lagi. Tapi inilah yang harus Anda lakukan untuk mencegah anak Anda berbohong.

  • Jangan masukkan ke hati. Pikirkanlah dari sudut pandang anak Anda untuk memahami apa yang memaksa dia untuk berbohong.
  • Anak-anak mungkin berbohong ketika mereka takut bahwa kebenaran mungkin memiliki konsekuensi negatif.
  • Lebih baik memberi penghargaan positif ketika anak Anda berani jujur daripada menghukum perilaku negatif mereka.
  • Ajari mereka untuk jujur. Mulailah dengan menjadi panutan.
  • Tetapkan sebuah konsekuensi untuk berbohong. Tidak ada diskusi lagi ketika anak Anda kedapatan berbohong. Anak Anda berbohong, dia harus bisa mengatasi konsekuensinya

Bullying (Intimidasi)

Bullying adalah masalah serius dan bisa mengakibatkan pelecehan emosional dan fisik pada korban. Anak cenderung mengintimidasi orang lain agar merasa memiliki kekuasaan. Selain itu, mengintimidasi orang lain terkadang bisa mengatasi masalah sosial dengan mudah. Ketika seorang anak mengalami kesulitan mengendalikan emosi / perasaan, mereka cenderung melihat bahwa bully adalah jalan keluarnya. Jika Anda mendapati bahwa anak Anda telah melakukan intimidasi terhadap orang lain, Anda harus segera bertindak:

  • Mulailah mengajari anak-anak Anda sejak usia dini bahwa intimidasi itu salah. Yang lebih penting, jelaskan kepada mereka apa atau siapa ntimidasi itu dan berikan contoh tentang apa yang dilakukan orang yang suka mengganggu / melakukan intimidasi. Misalnya, Anda bisa mengatakan, “Pengganggu adalah seseorang yang kejam pada orang lain atau suka merebut milik orang lain secara paksa.”
  • Tetapkan aturan dan standar di rumah sejak dini. Buat pernyataan seperti “Tidak ada intimidasi di rumah ini” atau “Kamu pasti dihukum jika memiliki perilaku seperti itu di rumah ini”.
  • Hati-hati dengan tanda-tanda intimidasi: lihat apakah anak-anak Anda yang lebih tua mencoba untuk mengintimidasi anak yang lebih muda, dan segera perbaiki perilaku tersebut.

Manipulasi

Manipulasi itu rumit dan perilaku yang sangat melelahkan untuk ditangani. Anak cenderung berpura-pura, berbohong, atau menangis untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika Anda menyerah pada perilaku buruk anak-anak, anak Anda merasa dirinya benar. Misalnya, jika anak Anda mengamuk di depan umum untuk membeli permen dan Anda membelinya, dia baru saja memanipulasi Anda.

Dengan kata-kata sederhana, ketika anak Anda memanipulasi Anda, dia memiliki kekuasaan atas Anda. Sebagai orang dewasa, Anda selalu bisa mengubah perilaku ini dan tidak kalah pada perilaku manipulatif anak Anda.

  • Tunggu anak Anda untuk melawan setiap kali Anda mengatakan ‘tidak’. Dengan begitu, Anda bisa memikirkan bagaimana menangani perilaku mereka dan tidak jatuh karena manipulasi.
  • Jelaskan bahwa ketika Anda mengatakan ‘tidak’, itu berarti tidak. Anda bisa memberi mereka penjelasan singkat tentang posisi Anda, bahwa Anda orang tua yang memiliki otoritas atas mereka.
  • Hindari diskusi, tapi jangan menutup kemungkinan adanya diskusi. Cobalah untuk mendengarkan argumen mereka selama anak tersebut bersikap hormat dan tidak kasar.

Kurang motivasi dan malas

Anak Anda sepertinya tidak tertarik untuk melakukan apapun sama sekali. Baik itu tugas sekolah, latihan seni atau musik atau bahkan bermain, dia menolak untuk berpartisipasi. Memotivasi anak memang tidak mudah, terutama jika mereka malas dan cenderung mencari alasan untuk tidak melakukan apapun. Bila putra atau putri Anda tidak termotivasi, berikut adalah cara membantu mereka.

  • Jangan terlalu cemas dengan tingkah laku anak anda. Bila Anda melakukannya, Anda mungkin terlihat ambisius, dan itu bisa mendorong mereka untuk semakin menolak Anda.
  • Anda dapat menceritakan kisah-kisah tentang masa kecil Anda dan berbagi pengalaman Anda untuk menginspirasi dan mendorong mereka untuk mencoba sesuatu yang baru.
  • Jangan memaksa anak Anda untuk memiliki hobi tertentu. Beri mereka pilihan dan biarkan mereka memilih. Anak-anak lebih tertarik pada sesuatu yang mereka pilih.
  • Ambil langkah mundur dan periksa: apakah Anda memaksa anak Anda untuk melakukan sesuatu? Tanyakan apa yang anak Anda inginkan dan apa yang memotivasi dia? Lihatlah anak Anda sebagai sebuah individu untuk mengidentifikasi apa yang memotivasi mereka.
  • Cobalah untuk menemukan cara agar anak-anak Anda termotivasi dengan sendirinya. Motivasi diri lebih kuat daripada didorong oleh orang lain.

Masalah perilaku di sekolah

“Saya benci sekolah!” Apakah itu sesuatu yang dikatakan anak Anda yang berusia 5 tahun setiap pagi? Anak-anak sering menyulitkan orang tua dengan menolak pergi ke sekolah atau menyelesaikan pekerjaan rumah tepat pada waktunya. Anak-anak dapat menolak bersekolah karena berbagai alasan: intimidasi, masalah akademis, penolakan terhadap otoritas dan peraturan, atau kecemasan akan terpisah dari orang tua.

  • Mulailah dengan menemukan akar masalahnya. Cari tahu mengapa anak Anda membenci sekolah atau menolak mengerjakan pekerjaan rumahnya. Anda mungkin ingin membantunya mengerjakan pekerjaan rumahnya jika dia bermasalah dengan hal itu.
  • Anak Anda mungkin perlu waktu untuk menyesuaikan diri secara akademis dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Pahami bahwa perubahan itu tidak akan terjadi dalam semalam.
  • Tawarkan hadiah, bukan sogokan, untuk mendorong perilaku positif. Misalnya, Anda bisa mengatakan, “Kamu mendapat es krim malam ini karena telah mengerjakan PR tanpa disuruh”. Hadiah diberikan sesudah mereka melakukan sesuatu, sementara sogokan sebelumnya.

Beberapa masalah perilaku tidaklah mudah untuk ditangani. Anda harus mencari bantuan profesional dalam kasus yang rumit.

Kapan harus mendapatkan bantuan

Jika kelakuan abnormal menjadi sesuatu yang tidak terkendali di rumah, atau jika anak Anda melakukan kesalahan berulang kali, mungkin saatnya Anda harus menemui profesional. Mungkin ada alasan lain di balik perilaku abnormal seorang anak.

Profesional akan melihat kesehatan fisik dan mental anak sebelum merekomendasikan pengobatan, terapi khusus atau konseling.