Sejarah Sekolah Minggu

gambar diambil dari http://www.christianitytoday.com

Artikel pertama di blog ini adalah Sejarah Sekolah Minggu. Mungkin banyak di antara Anda yang sudah lama melayani Tuhan di Sekolah Minggu tapi tidak mengetahui sejarah Sekolah Minggu…

Bagi Anda, Sekolah Minggu mungkin hanya suatu tradisi, bagian dari masa lalu Anda, dan mungkin tempat Anda melayani saat ini. Sekolah Minggu awalnya didirikan untuk anak-anak miskin dan tidak berpendidikan di Inggris pada sekitar tahun 1780-an. Anak-anak ini sehari-hari bekerja di pabrik sehingga tidak memiliki waktu untuk belajar.

Gerakan Sekolah Minggu ini dimulai oleh seorang Penginjil Anglikan Inggris bernama Robert Raikes (1725-1811). Dia memanfaatkan waktu libur anak-anak itu dari pekerjaan di pabrik. Disediakannya pakaian bersih dan materi ajar mengenai baca, tulis, kebersihan dan bagaimana menjadi warga negara yang baik.

Gereja mendukung program ini, berharap bahwa Sekolah Minggu dapat membangun masa depan yang lebih baik untuk anak-anak maupun bagi masyarakat sekitar. Walaupun awalnya tidak dimaksudkan untuk penginjilan atau pelajaran agama, tapi tujuan utama dari Sekolah Minggu ini adalah perbaikan moral yang didasarkan pada kebenaran Kitab Suci. Diharapkan Sekolah Minggu dapat mentransformasi hati dari anak-anak. Demikianlah Sekolah Minggu awalnya berdiri.

Awal tahun 1800-an, tujuan Sekolah Minggu berubah. Gereja Presbiterian baru melihat bahwa Sekolah Minggu merupakan kesempatan untuk mengajarkan Injil dan doktrin pada anak-anak, sementara itu, banyak pemimpin Sekolah Minggu mulai mendekati sekolah umum agar mereka terbuka untuk anak-anak yang membutuhkan sehingga Sekolah Minggu sendiri dapat fokus pada pendidikan rohani.

Tujuan utama dari Sekolah Minggu yang baru adalah regenerasi dan perubahan hidup dari anak-anak. Seiring dengan perkembangannya, Murid Sekolah Minggu didorong untuk mengingat banyak ayat-ayat Alkitab, mendapatkan hadiah dan penghargaan jika dapat menghafalnya. Ide ini dimulai ketika pemimpin Sekolah Minggu melihat bahwa anak-anak lebih tertarik pada hadiah daripada Firman Tuhan.

Di Amerika, Sekolah Minggu yang pertama diadakan tahun 1824, bertujuan untuk mengatur anak-anak, menginjili mereka dan mengajar tentang sopan santun. Fokus utamanya adalah penginjilan, dan dalam 100 tahun berikutnya Sekolah Minggu menjadi andalan utama gereja dalam penjangkauan. Sekolah Minggu kemudian berkembang untuk segala usia, menjadi tempat orang yang tidak percaya untuk diperkenalkan, dan berdaptasi dengan kehidupan di gereja.

Pada akhir 1800an, Sekolah Minggu dilihat sebagai harapan utama untuk perkembangan gereja. Pandangan ini terus berlanjut sampai pertengahan abad ke-20.

Terjadi penurunan jumlah anak-anak di Sekolah Minggu pada 50 tahun belakangan. Beberapa beranggapan hal ini terjadi karena pergeseran fungsi dari penginjilan menjadi pemuridan. Studi membuktikan bahwa dimana Sekolah Minggu bertumbuh, jumlah anggota jemaat meningkat. Ide bahwa Sekolah Minggu adalah kesempatan utama untuk penginjilan mungkin hal yang baru bagi sebagian kita. Mungkinkah model penginjilan anak dapat membantu memperbaharui gereja kita?

Apakah kehadiran anak-anak di Sekolah Minggu Anda mengalami penurunan atau justru meningkat? Satu hal yang pasti, Sekolah Minggu saat ini telah mengalami banyak perubahan dari ide awalnya, yaitu untuk perubahan hidup “anak jalanan”

 

diambil dari berbagai sumber

Baca juga:

  1. Menjadi Guru Sekolah Minggu (basic)
  2. Menjadi Guru Sekolah Minggu yang LUAR BIASA!

 

 

Lazada Indonesia

Advertisements

9 thoughts on “Sejarah Sekolah Minggu

  1. Pengalaman sekolah mingguku luar biasa. Ingin rasanya semua anak2 bisa merasakan pengalaman hebat saat disekolah minggu. Trima kasih buat Pendiri Laman ini…maju terus. Oiya…doktrin sekolh minggu lebih merekat dalam benak dibandingkan mndengar khotbah mimbar maupun materi katekasasi…

    Like

    • Hello… terimakasih sudah berkunjung dan berbagi… memang Sekolah Minggu selalu jadi tempat yang luar biasa buat anak-anak dan berkesan sampai dewasa. Terus melayani Tuhan! GBU

      Like

  2. Sunday School played an important part in my life as I became a follower of Jesus when about 7 years old. A few years later God called me to be a missionary through a lesson in Sunday School. Most people who become Christians do so before the age of 15 so it is really important to tell children the Good News about Jesus. Visual aids help children understand, memorising scripture in songs and acting Bible stories are some of the ways to make Sunday School interesting for children. SS teachers do a vital job and need to be given the best resources to do it well. may God bless all Sunday School teachers everywhere. Anne Latimer

    Like

    • That’s good point. Konsep John Wesley mengenai Sunday School tidak diperuntukkan untuk anak-anak, melainkan tempat orang dewasa mempelajari Firman Tuhan. Dia seorang berpendidikan teologia yang memiliki kerinduan untuk mengajar. Benar sekali dia memulai misinya di Savanah, namun sayangnya tidak terlalu berhasil sehingga ia pindah ke London. John Wesley ini sangat concern di bidang pendidikan dan menjadi inspirasi Robert Raikes juga dalam mendirikan Sunday School khusus anak-anak yang mengajar tentang moral dan yang lainnya seperti di artikel ini.

      Terimakasih komentarnya. Tuhan Yesus memberkati!

      Like

  3. Dgn segala keterbtsan wkt dn kesibukan serta segudangc pergumulan dlm keluarg tdk mnyurutkan semangat tuk melayani Tuhan lwt ASM..setlah tau sejarah sekolah minggu lebih lagi termotivasi…slmt melayani bg sy dan saudra,tnx for infonya…Tuhan Yesus Guru yg ajaib sertai pelayann kita…amin.

    Like

    • Wow, glad to hear that, setelah banyak mendengar kekurangan GSM bersyukur masih ada yang melayani dengan setia. Selamat melayani juga! Tuhan Yesus memberkati Saudara dan anak-anak yang dilayani.

      Like

  4. Dangke banya lai . Akhirnya selama 16 tahun ada sebagai anak sekolah minggu dan 1 tahun 3 bulan menjadi seorang pengasuh . Bt bisa tahu sejarah sekolah minggu. Semoga Injil KRISTUS terus diberitakan sampai IA datang kembali . GBU

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s