Lagu Baru: “Bersama Yesus”

Lagu baru bulan ini berjudul “Bersama Yesus”. Guru Sekolah Minggu, Orang tua ataupun guru-guru lain yang dipercayakan Tuhan,… Lagu ini mengajar anak-anak bahwa bersama Yesus mereka bisa menjadi pemenang… Bukan enang melawan musuh-musuh yang kelihatan, apalagi teman-teman mereka, tapi menang melawan amarah, melawan emosi, melawan kemalasan, kekecewaan, kuatir…

Ajarkan pada anak-anak, Tuhan menciptakan kita menjadi pemenang asalkan kita berjalan bersama Dia.

Silahkan klik lagunya di SINIAnda bisa mendownloadnya dengan mengklik tombol download di kanan atas box lagu

 

Lirik:
Ku selalu berjalan bersama Yesus
Setiap hari ku mau bersama Dia
Dalam susah atau senang
Bersama Yesus aku jadi pemenang

Menang atas masalahku
Menang atas amarahku
Menang atas kuatirku
Menang atas kesedihanku
Bersama Yesus,
Bersama Yesus,
Bersama Yesus aku jadi pemenang

Menang atas egoisku
Menang atas emosiku
Menang atas kecewaku
Menang atas kemalasanku
Bersama Yesus,
Bersama Yesus,
Bersama Yesus aku jadi pemenang

Advertisements

Tantrum di Sekolah Minggu

Hallo Guru Sekolah Minggu, Pernahkah Anda menghadapi seorang anak yang mengalami tantrum di Sekolah Minggu, khususnya di kelas balita?

Tantrum adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan. Kendali fisik bisa hilang, orang tersebut mungkin tidak dapat tetap diam, dan bahkan jika “tujuan” orang tersebut dipenuhi dia mungkin tetap tidak tenang.

Para orang tua mungkin pernah mengalami anak-anak (khususnya balita) yang tantrum. Tidak dapat dikendalikan atau dibujuk, dan biasanya akan berujung pada rasa frustrasi dari orang tua maupun orang dewasa yang berada di sekitar anak yang sedang mengalami tantrum.

Sebelum kita melangkah lebih jauh berbicara mengenai penanganan tantrum, mari kita cari tahu apa penyebab seorang anak bisa mengalami tantrum.

Penyebab Tantrum

Sebuah tantrum kemungkinan besar disebabkan ketika beban frustrasi – sering dibubuhi ketakutan atau kecemasan – menumpuk di dalam diri balita sampai dia begitu penuh dengan ketegangan yang hanya bisa dilepaskan dengan sebuah “ledakan”.

Terkadang, tantrum menyerang begitu cepat, tanpa disadari sebelumnya, karena ada seseorang yang melakukan hal yang salah terhadap si balita.

Apa yang terjadi selama tantrum?

Tantrum setiap anak mungkin bervariasi (antara satu anak dengan anak lainnya), tapi biasanya seorang anak yang sama memiliki jenis tantrum yang sama, artinya seorang anak mungkin berperilaku sama setiap kali tantrum. Ada anak yang berteriak-teriak sambil berkeliling kelas, ada juga yang duduk di lantai sambil berteriak-teriak dan menggerak-gerakan kaki, ada juga yang berguling-guling di lantai sambil histeris, ada juga yang menendang-nendang seolah-olah sedang berkelahi dengan pribadi tak berwujud.

Biasanya, siapa saja yang mencoba untuk mendekati anak yang tantrum akan mendapat tendangan atau tinju (jadi hati-hati), dan anak-anak yang tantrum ini akan terus berteriak sampai serak atau sampai muntah. Anda akan melihat wajahnya berubah mulai merah hingga biru, dalam beberapa kasus ada yang menahan nafasnya begitu lama sehingga wajahnya terlihat begitu pucat.

Bagaimana menangani Tantrum?

Hal pertama yang harus Anda lakukan, bahkan sebelum ada anak yang mengalami tantrum di kelas balita Anda, adalah bicara dengan para orang tua. Minta mereka memberitahu Anda khususnya mengenai anak-anak yang sering mengalami tantrum (biasanya ada anak tertentu yang memang sering mengalami tantrum di rumah)

Selanjutnya, jangan kehilangan kendali. Anda mungkin ingin segera meninggalkan kelas ketika ada anak yang mengalami tantrum. Tapi percayalah, hal ini malah akan membuat anak yang tantrum merasa diabaikan dan tidak diperhatikan. Mereka sendiri merasa takut dengan ledakan emosi yang mereka alami, mereka butuh bantuan orang dewasa untuk mengatasinya. Walaupun tak dapat dipungkiri bahwa ketika seorang anak mengalami tantrum, mereka tidak mau mendengar apapun dan tak dapat dibujuk untuk melakukan apapun.

Berikutnya, selalu ingat bahwa Anda adalah orang dewasa. Tidak peduli berapa lama tantrum berlangsung, jangan menyerah pada tuntutan yang tidak masuk akal atau bernegosiasi dengan anak yang sedang berteriak-teriak. Namun, jangan juga kehilangan kendali dan memarahi anak yang sedang tantrum. Sekali lagi, mereka sendiri pun sedang bingung dengan perasaan mereka dan butuh dibantu.

Jika ledakan anak meningkat ke titik di mana dia memukul orang atau hewan peliharaan, melempar sesuatu, atau berteriak tanpa henti, bawa dia ke tempat yang aman, seperti kamar terpisah, di mana dia tidak bisa membahayakan dirinya sendiri. Katakan padanya mengapa dia ada di sana (“karena Anda memukul temanmu”), dan biarkan dia tahu bahwa Anda akan tinggal bersamanya sampai dia tenang.

Hal yang harus diingat adalah, ketika Anda memisahkan anak yang sedang tantrum, tinggallah bersama mereka di manapun Anda menempatkan mereka, atau Anda bisa meminta rekan guru sekolah minggu Anda yang lebih kompeten untuk tinggal bersama anak yang sedang tantrum (sementara Anda memanggil orang tua yang bersangkutan).

Tunggulah sampai anak itu tenang. Setelah anak itu mereda dan dapat didekati, peluk atau duduklah dekat anak itu dan bicaralah dengan bahasa sederhana, “kenapa kamu marah?  Kamu marah karena ada yang mengganggumu? Kamu tadi teriak-teriak sehingga kakak tidak mengerti. Sekarang coba cerita, kamu kenapa?”

Selanjutnya berbicaralah dengan orang tua mereka mengenai apa yang terjadi.

Mencegah tantrum di kelas balita Sekolah Minggu

Sebelum berbicara lebih jauh, ingatlah: hal pertama yang harus Anda siapkan adalah diri Anda sendiri. Jangan mengajar dalam keadaan kurang tidur, banyak masalah atau kelelahan.

Berikutnya, sediakan makanan kecil / snack. Perhatikan dengan baik anak-anak yang mulai rewel di kelas. Anak yang lapar dan lelah akan lebih mudah terkena tantrum. Menyediakan / memberikan makanan kecil di kelas balita tidak ada salahnya, khususnya jika Anda terpaksa meng-arrange waktu sekolah minggu yang panjang.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah rencanakan setiap pelajaran dengan baik. Ingatlah bahwa rentang waktu konsentrasi seorang anak balita tidak lebih dari lima menit (untuk suatu aktivitas yang sama). Setiap lima menit, minta mereka melakukan hal yang berbeda. Dalam sesi Firman Tuhan, libatkan mereka dengan bergerak atau menirukan suara tertentu.

Selalu ingat bahwa untuk mengajar di kelas balita, Anda butuh teamwork yang solid. Rekan-rekan yang tidak sedang ‘bicara di depan’ dan dapat mengawasi setiap anak satu persatu. Awasi hubungan setiap anak, anak yang mulai mengantuk / bosan, atau anak-anak yang sedang merasa kesal.

 

Akhir kata, selamat melayani, Pahlawan yang Gagah Perkasa. Tuhan Yesus menyertai!

dirangkum dari berbagai sumber

Lagu Baru: “Inilah Aku Tuhan” on YouTube

Composed by Yoanna Greissia
Sung by Anoint Children Choir

Lirik:

Inilah aku Tuhan
Pakailah aku Tuhan
Menerangi dunia melalui hidupku
Agar dunia lihat terang-Mu di dalamku

Inilah aku Tuhan
Pakailah Aku Tuhan
Menggarami dunia melalui perbuatanku
Agar dunia lihat dan memuliakan-Mu

Agar dunia melihat kasih-Mu,
Akui korban-Mu
Meninggikan-Mu oh Yesus

Agar dunia mengenal nama-Mu
Memuliakan-Mu,
Agungkan Kau Raja s’gala Raja

Lagu Baru: TUHANKU BESAR

Hallo guru-guru Sekolah Minggu yang dikasihi Tuhan,
Ini dia lagu baru untuk bulan Oktober, judulnya TUHANKU BESAR. Mengapa kita harus menyembah Tuhan? Karena Dia adalah Pribadi yang Maha Besar. Hal ini yang harus ditekankan pada anak-anak ketika Saudara mengajarkan lagu ini. Beritahu mereka bahwa kebesaran Tuhan tidak terbatas… Bahwa kebesaran-Nya tidak dapat dibandingkan dengan apapun…

Silahkan bagikan link di bawah ini kepada rekan kerja, teman-teman, anak-anak, adik-adik atau siapapun yang Saudara rasa memerlukan lagu baru ini.

Berikut ini linknya:

Tuhanku Besar

Kami sangat berterimakasih jika Saudara berkenan meluangkan waktu mengisi kolom di bawah ini. Dengan Saudara mengisi dan memberi komentar, Saudara sedang memberi kami dukungan untuk terus melakukan hal yang sama tiap bulannya.

 

Lagu Baru: Ini Aku

Mohon maaf atas keterlambatan lagu baru… Ini lagu baru berikutnya. Seperti biasa, jika Saudara ingin membagikan kepada rekan pelayanan atau teman, kami sangat menghargai jika yang Saudara bagikan adalah link lagu dan bukan lagu yang sudah saudara unduh… Supaya kami tahu berapa orang yang sudah memiliki lagu ini.

Lagu ini serta liriknya aku bisa Saudara dapatkan di link berikut ->  Ini Aku

Kami ingin mengenal Saudara yang sudah mampir dan mendownload lagu ini untuk itu Saudara bisa mengisi buku tamu di bawah ini.

Jumlah Anak Sekolah Minggu Berkurang?

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa jumlah anak-anak yang menghadiri Sekolah Minggu berkurang secara drastis. Anda bisa melihat isi dari penelitiannya di sini. Saya akan merangkum penelitian tersebut dalam sebuah diagram seperti ini:

Bagaimana dengan di Indonesia?

Berdasarkan hasil penelitian saya pribadi, baik melalui kunjungan saat pelayanan maupun bicara dengan beberapa Guru Sekolah Minggu, hal yang serupa terjadi di Indonesia. Jumlah Anak Sekolah Minggu berkurang dibandingkan dengan beberapa dekade yang lalu, katakanlah tahun 1980 – 1990 an.

Kemana perginya anak-anak ini?

Anda tentu tidak akan merasa terkejut kalau saya katakan anak-anak ini tidak kemana-mana. Orang tua merasa tidak perlu lagi “menitipkan” anaknya di Sekolah Minggu selama mereka ibadah karena mereka mempunyai gadget, sebuah peralatan canggih yang dapat membuat anak-anak mereka tidak lagi “bikin ribut” di ruang ibadah.

Solusinya…, banyak guru sekolah minggu kemudian mencoba melakukan banyak hal agar Sekolah Minggu menarik perhatian anak, namun rupanya di luar sana banyak hal yang lebih menarik perhatian anak-anak. Permainan game online yang mengharuskan pemainnya selalu online rupanya bisa membuat gambar yang lebih menarik dan tantangan-tantangan baru setiap hari.

Rekan Guru Sekolah Minggu, jika kita tidak melakukan sesuatu, maka di masa depan, gereja akan mengalami “krisis Pelayan Tuhan”. Siapa yang akan melayani anak-anak beberapa dekade dari sekarang?

Namun pertanyaan besarnya adalah apa itu “sesuatu” yang bisa kita lakukan?

Ada sebuah lagu Sekolah Minggu yang selalu saya ingat, “Dia harus makin bertambah, ku harus makin berkurang. Nama Yesus saja disembah, ku di tempat paling b’lakang. Bila Yesus ditinggikan dan salib-Nya dic’ritakan, pasti Dia menarik semua orang datang kepada-Nya s’karang”

Saudara, memperlombakan program Sekolah Minggu dengan program sekuler dan gadget tidak akan pernah berhasil. Satu-satunya cara membuat anak-anak itu datang kepada Tuhan adalah dengan memposisikan Tuhan di tempat yang benar, artinya menjadikan Tuhan sebagai prioritas dalam Sekolah Minggu kita. Bukan permainan menarik, bukan dekorasi, bukan hadiah yang keren, tapi tempatkan TUHAN sebagai prioritas dan “daya tarik” bagi anak-anak.

Selanjutnya, Anda mungkin bisa meminta dukungan dari Gembala di gereja Anda untuk memberi pengertian pada orang tua mengenai “pentingnya anak-anak berjemaat dan bersekutu bersama Saudara seiman sejak kecil”.

Hal berikutnya adalah dengan membangun hubungan. Pernahkah Anda mendengar tentang gembala yang meninggalkan 99 ekor domba untuk menyelamatkan satu domba yang hilang? Pernahkah Anda berpikir apa yang terjadi dengan 99 ekor domba lainnya? Apakah mereka tidak pergi dan kemudian hilang seperti satu domba itu? Saya yakin gembala yang diceritakan di kisah itu berhati-hati dengan 99 ekor domba lainnya dengan menjaganya baik-baik di kandangnya.

Saudara, berapapun jumlah anak-anak yang dipercayakan pada kita, mereka perlu “dijaga” dengan baik. Cara “menjaga” mereka? bangun HUBUNGAN dengan mereka. Jangan hanya sekedar melihat mereka sebagai data statistik yang memenuhi Sekolah Minggu Anda. Mereka punya nama, mereka punya tanggal ulang tahun, mereka punya masalah di sekolah mereka. Miliki database mereka, doakan mereka dan bangun hubungan dengan mereka.

Sekolah Minggu hanya memiliki waktu satu sampai dua jam sehari. Namun berapapun waktu yang dimiliki, Tuhan memberi Anda waktu untuk berinvestasi dalam kehidupan setiap anak-anak. Mari kita jadi pahlawan Tuhan yang bertanggungjawab dan pada akhirnya Tuhan akan berkata “hai kau hamba-Ku yang baik dan setia,…”

Selamat melayani, Pahlawan Tuhan

 

Yoanna Greissia

Lagu Baru : “untuk Yesus”

Ini dia lagu baru untuk bulan Juni, judulnya “untuk Yesus”.  Lagu ini pertama kali dinyanyikan pada Konser “the Shorty Zacch” tanggal 21 Mei 2016. Yes!! Ini lagu yang benar-benar BARU, diciptakan oleh Kak Greis untuk seluruh anak-anak yang mengasihi Tuhan Yesus di Indonesia. Sejak itu, ada banyak permintaan agar lagu ini bisa diperoleh dengan mudah untuk siapa saja yang mau mempelajarinya.

Ada beberapa kebingungan saat memberi judul lagu ini, sampai akhirnya diputuskan judul yang tepat “UNTUK YESUS”, karena toh memang semua yang kita lakukan adalah UNTUK YESUS.

Kredit diberikan kepada Kak Bertholomew Yan Putra untuk arrangement musiknya yang luar biasa, untuk Kak Steeven Adrian dan Kak Yovita Mercya yang memimpin anak-anak menyanyikan lagu ini, Om Andreas Aryanto yang sudah mengarahkan vocal anak-anak dan untuk Anoint Singer (Jessica, Gloria, Lidya, Ella, dan Ega).

Ini dia lagunya… (untuk liriknya, Saudara bisa klik di sini). Oya untuk mendownload silahkan klik tanda download yang ada di kanan atas box.

 

Kami ingin mengenal Saudara yang sudah mampir dan mendownload lagu ini untuk itu Saudara bisa mengisi buku tamu di bawah ini. Oya, kami ingin tahu berapa banyak yang diberkati dan mendownload lagu ini karena hal itu benar-benar menjadi dukungan bagi kami dalam produksi lagu berikutnya.

Jadi, jika Saudara ingin membagikan lagu ini, kami sangat berharap jika Saudara tidak membagikan langsung lagu yang sudah Saudara download, melainkan dengan membagikan link –>

https://sekolahminggu.org/2016/06/06/lagu-baru-untuk-yesus/

 

 

ps: Doakan agar dalam waktu dekat kami bisa release lagu dalam bentuk VIDEO agar Saudara tidak hanya bisa belajar lagunya, tapi juga gerakannya.