Lagu baru “Sampai Masa Tuaku” 

Composed by Yoanna Greissia
Music arr: Reynaldi Karwur
Dinyanyikan di video ini oleh anak2 SM GPdI Alfa Omega 

Advertisements

Ciuman anak-anak?

Mencium adalah bentuk dari kasih sayang, dan banyak anak-anak mencium orang lain untuk menunjukkan rasa sayangnya. Anak-anak suka dicium karena itu artinya ada seseorang yang peduli dan memperhatikan mereka. Mencium Papa, Mama, Kakek, Nenek dan anggota keluarga lainnya adalah hal yang dapat diterima dan wajar, tapi Anda mungkin tidak mau anak atau siswa Anda mencium temannya di kelas atau tempat bermainnya.

Ketika hal ini terjadi, jangan panik!! Lakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengajar anak Anda bahwa ada saat dan tempat untuk mencium orang lain.

CIUMAN ANAK-ANAK

Anak-anak sering melihat orang dewasa mencium dan banyak di antara mereka menerima ciuman dari orang tua dan orang dewasa lainnya. Hal ini membuat mereka berpikir bahwa ciuman adalah suatu hal yang wajar dan sesuatu yang orang lakukan untuk menunjukkan cinta. Maka tidak heran jika ada anak yang mencium anak lainnya di temoat bermain (atau mungkin juga di kelas).

Kebanyakan kasus yang melibatkan anak balita, ciuman yang diberikan adalah murni dan cara sederhana untuk menunjukkan bagaimana ia sangat peduli dan sayang pada temannya. Menurut Jaringan Kesahatan Wanita dan Anak Internasional, tidak perlu kuatir berlebihan ketika Anda melihat ada anak yang mencium temannya (atau saling mencium), tapi mereka perlu diajak bicara. Dia perlu tahu (apalagi jika dia sudah menginjak ora remaja) bahwa ada batasan dalam menunjukkan kasih sayang pada orang lain di luar anggota keluarga. 

BAHAYA MENCIUM

Anak-anak, seperti juga orang dewasa, memiliki kuman. Ketika meteka mencium orang lain, mereka memindahkan kuman-kuman itu. Mereka bisa tertular atau menukarkan virus flu atau bahkan penyakit serius lainnya.

Ketika anak-anak saling mencium, mereka bisa saling mentransferkan virus yang dapat membuat mereka sakit demam, atau bahkan penyakit parah lainnya. Virus itu mungkin tidak membuat anak lain sakit, tapi setiap orang memiliki imun atau daya tahan tubuh yang berbeda.

EFEK LAIN MENCIUM

Untuk anak-anak yang masih sangat kecil, ciuman di pipi atau bahkan di bibir merupakan hal biasa. Kebanyakan anak-anak tidak mengaitkan antara ciuman dan seksualitas. Bagi mereka mencium hanyalah cara sederhana menunjukkan pada teman bahwa ia peduli. 

Namun, jika anak menginjak usia pra remaja dan remaja, Anda perlu bicara serius jika mereka mencium anak lainnya. Karena pada usia tersebut, anak sudah menginjak pubertas dan mulai menunjukkan ketertarikan pada lawan jenis.

Karena mencium seringkali berhubungan dengan perilaku seksual, maka jika Anda guru, Anda perlu bicara dengan orang tua anak yang bersangkutan jika menemukan hal ini terjadi di kelas Anda.

Jika Anda adalah orangtua, maka Anda perlu bicara pada anak-anak anda mengenai apa yang dapat diterima dan yang tidak. Misalkan, Anda bisa mengatakan bahwa ciuman singkat di pipi dapat di terima, tapi tidak ciuman di bagian tubuh yang lain. Atau mungkin Anda dapat mengatakan bagaimana memberikan perhatian dan kasih sayang tanpa harus mencium.

TIPS DAN PERTIMBANGAN

Jika anak-anak Anda masih usia taman kanak-kanak atau kelas-kelas awal Sekolah Dasar, Anda cukup bicara mengenai siapa saja yang dapat ia cium dan siapa yang tidak. Jangan membuat anak-anak berpikir ia dalam masalah karena nantinya ia akan mengira mencium adalah sesuatu yang buruk (juga jangan membohongi anak dengan lelucon berbau seksualitas seperti “awas lho, nanti kalau dicium bisa hamil”. Ini sangat TERLARANG).

Katakan pada anak-anak bahwa mencium hanyakah untuk anggota keluarga. Mereka bisa memberi pelukan atau tos (high five) untuk menunjukkan kepedulian dan kasih sayang pada teman mereka.

Ajari mereka untuk tidak membiarkan seorang pun menyentuh anggota tubuh mereka tanpa ijin dari mereka, dan pastikan Anda, orang tua atau guru, merupakan orang pertama yang mereka datangi ketika mereka mersa tidak nyaman dengan sentuhan teman-teman mereka. 

Jika ada anak yang datang pada Anda dan menceritakan bahwa mereka dicium paksa atau dipaksa mencium orang lain yang tidak mereka inginkan, jangan memarahi mereka dan yakinkan anak-anak Anda bahwa mereka tidak salah, kemudia cari siapa saja yang terlibat sehingga Anda dapat menyelesaikan masalah dengan baik.

Lagu baru “I’m So Grateful” on YouTube

Composed by Yoanna Greissia

Sung by Menara Singer (Elizabeth, Tiara, Febi, Dea, Kartini, Ega, Juan)
Lirik: 

When I think of my life,
Think of my life,
Think of my life

When I think of my life,
Think of my life
I’m so happy

I don’t want to be you
I don’t want to be him
I don’t want to be her
I just want to be me

When I think of my life

I thank God for all He has done for me
When I think of my life
I’m so happy

Waktu ku lihat pada diriku

Ku bersyukur

Waktu ku lihat pada diriku
Ku bahagia

Ku tak mau jadi kau
Kau tak mau jadi dia
Ataupun mereka
Hanya jadi aku

Kar’na ku bersyukur atas kasih yang Tuhan berikan
Waktu ku bersyukur ku bahagia

Lagu Baru: “Bersama Yesus”

Lagu baru bulan ini berjudul “Bersama Yesus”. Guru Sekolah Minggu, Orang tua ataupun guru-guru lain yang dipercayakan Tuhan,… Lagu ini mengajar anak-anak bahwa bersama Yesus mereka bisa menjadi pemenang… Bukan enang melawan musuh-musuh yang kelihatan, apalagi teman-teman mereka, tapi menang melawan amarah, melawan emosi, melawan kemalasan, kekecewaan, kuatir…

Ajarkan pada anak-anak, Tuhan menciptakan kita menjadi pemenang asalkan kita berjalan bersama Dia.

Silahkan klik lagunya di SINIAnda bisa mendownloadnya dengan mengklik tombol download di kanan atas box lagu

 

Lirik:
Ku selalu berjalan bersama Yesus
Setiap hari ku mau bersama Dia
Dalam susah atau senang
Bersama Yesus aku jadi pemenang

Menang atas masalahku
Menang atas amarahku
Menang atas kuatirku
Menang atas kesedihanku
Bersama Yesus,
Bersama Yesus,
Bersama Yesus aku jadi pemenang

Menang atas egoisku
Menang atas emosiku
Menang atas kecewaku
Menang atas kemalasanku
Bersama Yesus,
Bersama Yesus,
Bersama Yesus aku jadi pemenang

Tantrum di Sekolah Minggu

Hallo Guru Sekolah Minggu, Pernahkah Anda menghadapi seorang anak yang mengalami tantrum di Sekolah Minggu, khususnya di kelas balita?

Tantrum adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan. Kendali fisik bisa hilang, orang tersebut mungkin tidak dapat tetap diam, dan bahkan jika “tujuan” orang tersebut dipenuhi dia mungkin tetap tidak tenang.

Para orang tua mungkin pernah mengalami anak-anak (khususnya balita) yang tantrum. Tidak dapat dikendalikan atau dibujuk, dan biasanya akan berujung pada rasa frustrasi dari orang tua maupun orang dewasa yang berada di sekitar anak yang sedang mengalami tantrum.

Sebelum kita melangkah lebih jauh berbicara mengenai penanganan tantrum, mari kita cari tahu apa penyebab seorang anak bisa mengalami tantrum.

Penyebab Tantrum

Sebuah tantrum kemungkinan besar disebabkan ketika beban frustrasi – sering dibubuhi ketakutan atau kecemasan – menumpuk di dalam diri balita sampai dia begitu penuh dengan ketegangan yang hanya bisa dilepaskan dengan sebuah “ledakan”.

Terkadang, tantrum menyerang begitu cepat, tanpa disadari sebelumnya, karena ada seseorang yang melakukan hal yang salah terhadap si balita.

Apa yang terjadi selama tantrum?

Tantrum setiap anak mungkin bervariasi (antara satu anak dengan anak lainnya), tapi biasanya seorang anak yang sama memiliki jenis tantrum yang sama, artinya seorang anak mungkin berperilaku sama setiap kali tantrum. Ada anak yang berteriak-teriak sambil berkeliling kelas, ada juga yang duduk di lantai sambil berteriak-teriak dan menggerak-gerakan kaki, ada juga yang berguling-guling di lantai sambil histeris, ada juga yang menendang-nendang seolah-olah sedang berkelahi dengan pribadi tak berwujud.

Biasanya, siapa saja yang mencoba untuk mendekati anak yang tantrum akan mendapat tendangan atau tinju (jadi hati-hati), dan anak-anak yang tantrum ini akan terus berteriak sampai serak atau sampai muntah. Anda akan melihat wajahnya berubah mulai merah hingga biru, dalam beberapa kasus ada yang menahan nafasnya begitu lama sehingga wajahnya terlihat begitu pucat.

Bagaimana menangani Tantrum?

Hal pertama yang harus Anda lakukan, bahkan sebelum ada anak yang mengalami tantrum di kelas balita Anda, adalah bicara dengan para orang tua. Minta mereka memberitahu Anda khususnya mengenai anak-anak yang sering mengalami tantrum (biasanya ada anak tertentu yang memang sering mengalami tantrum di rumah)

Selanjutnya, jangan kehilangan kendali. Anda mungkin ingin segera meninggalkan kelas ketika ada anak yang mengalami tantrum. Tapi percayalah, hal ini malah akan membuat anak yang tantrum merasa diabaikan dan tidak diperhatikan. Mereka sendiri merasa takut dengan ledakan emosi yang mereka alami, mereka butuh bantuan orang dewasa untuk mengatasinya. Walaupun tak dapat dipungkiri bahwa ketika seorang anak mengalami tantrum, mereka tidak mau mendengar apapun dan tak dapat dibujuk untuk melakukan apapun.

Berikutnya, selalu ingat bahwa Anda adalah orang dewasa. Tidak peduli berapa lama tantrum berlangsung, jangan menyerah pada tuntutan yang tidak masuk akal atau bernegosiasi dengan anak yang sedang berteriak-teriak. Namun, jangan juga kehilangan kendali dan memarahi anak yang sedang tantrum. Sekali lagi, mereka sendiri pun sedang bingung dengan perasaan mereka dan butuh dibantu.

Jika ledakan anak meningkat ke titik di mana dia memukul orang atau hewan peliharaan, melempar sesuatu, atau berteriak tanpa henti, bawa dia ke tempat yang aman, seperti kamar terpisah, di mana dia tidak bisa membahayakan dirinya sendiri. Katakan padanya mengapa dia ada di sana (“karena Anda memukul temanmu”), dan biarkan dia tahu bahwa Anda akan tinggal bersamanya sampai dia tenang.

Hal yang harus diingat adalah, ketika Anda memisahkan anak yang sedang tantrum, tinggallah bersama mereka di manapun Anda menempatkan mereka, atau Anda bisa meminta rekan guru sekolah minggu Anda yang lebih kompeten untuk tinggal bersama anak yang sedang tantrum (sementara Anda memanggil orang tua yang bersangkutan).

Tunggulah sampai anak itu tenang. Setelah anak itu mereda dan dapat didekati, peluk atau duduklah dekat anak itu dan bicaralah dengan bahasa sederhana, “kenapa kamu marah?  Kamu marah karena ada yang mengganggumu? Kamu tadi teriak-teriak sehingga kakak tidak mengerti. Sekarang coba cerita, kamu kenapa?”

Selanjutnya berbicaralah dengan orang tua mereka mengenai apa yang terjadi.

Mencegah tantrum di kelas balita Sekolah Minggu

Sebelum berbicara lebih jauh, ingatlah: hal pertama yang harus Anda siapkan adalah diri Anda sendiri. Jangan mengajar dalam keadaan kurang tidur, banyak masalah atau kelelahan.

Berikutnya, sediakan makanan kecil / snack. Perhatikan dengan baik anak-anak yang mulai rewel di kelas. Anak yang lapar dan lelah akan lebih mudah terkena tantrum. Menyediakan / memberikan makanan kecil di kelas balita tidak ada salahnya, khususnya jika Anda terpaksa meng-arrange waktu sekolah minggu yang panjang.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah rencanakan setiap pelajaran dengan baik. Ingatlah bahwa rentang waktu konsentrasi seorang anak balita tidak lebih dari lima menit (untuk suatu aktivitas yang sama). Setiap lima menit, minta mereka melakukan hal yang berbeda. Dalam sesi Firman Tuhan, libatkan mereka dengan bergerak atau menirukan suara tertentu.

Selalu ingat bahwa untuk mengajar di kelas balita, Anda butuh teamwork yang solid. Rekan-rekan yang tidak sedang ‘bicara di depan’ dan dapat mengawasi setiap anak satu persatu. Awasi hubungan setiap anak, anak yang mulai mengantuk / bosan, atau anak-anak yang sedang merasa kesal.

 

Akhir kata, selamat melayani, Pahlawan yang Gagah Perkasa. Tuhan Yesus menyertai!

dirangkum dari berbagai sumber

Lagu Baru: “Inilah Aku Tuhan” on YouTube

Composed by Yoanna Greissia
Sung by Anoint Children Choir

Lirik:

Inilah aku Tuhan
Pakailah aku Tuhan
Menerangi dunia melalui hidupku
Agar dunia lihat terang-Mu di dalamku

Inilah aku Tuhan
Pakailah Aku Tuhan
Menggarami dunia melalui perbuatanku
Agar dunia lihat dan memuliakan-Mu

Agar dunia melihat kasih-Mu,
Akui korban-Mu
Meninggikan-Mu oh Yesus

Agar dunia mengenal nama-Mu
Memuliakan-Mu,
Agungkan Kau Raja s’gala Raja

Lagu Baru: TUHANKU BESAR

Hallo guru-guru Sekolah Minggu yang dikasihi Tuhan,
Ini dia lagu baru untuk bulan Oktober, judulnya TUHANKU BESAR. Mengapa kita harus menyembah Tuhan? Karena Dia adalah Pribadi yang Maha Besar. Hal ini yang harus ditekankan pada anak-anak ketika Saudara mengajarkan lagu ini. Beritahu mereka bahwa kebesaran Tuhan tidak terbatas… Bahwa kebesaran-Nya tidak dapat dibandingkan dengan apapun…

Silahkan bagikan link di bawah ini kepada rekan kerja, teman-teman, anak-anak, adik-adik atau siapapun yang Saudara rasa memerlukan lagu baru ini.

Berikut ini linknya:

Tuhanku Besar

Kami sangat berterimakasih jika Saudara berkenan meluangkan waktu mengisi kolom di bawah ini. Dengan Saudara mengisi dan memberi komentar, Saudara sedang memberi kami dukungan untuk terus melakukan hal yang sama tiap bulannya.